Pura Taman Ayun terletak di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Propinsi Bali. Taman Ayun dalam Bahasa Bali berarti “Taman yang cantik”. Pura ini didirikan pada 1634 M atas perintah raja pertama Kerajaan Mengwi, I Gusti Agung Ngurah Made Agung yang bergelar Ida Cokorda Sakti Belambangan.
Pura Taman Ayun telah diusulkan pemerintah Indonesia sebagai salah satu situs warisan budaya dunia (world heritage). Pada tanggal 12 Maret 2008, dirjen UNESCO Kokhiro Matsuura berkunjung ke Pura Taman Ayun untuk menguji kelayakanya. Hasilnya, Pura ini dianilai mempunyai nilai sejarah, budaya, religi, dan memiliki cita rasa seni yang tinggi. Walapun telah menjadi bagian dari warisan budaya dunia, namun Pura ini masih tetap digunakan untuk kegiatan persembahyangan hingga kini
Pura Taman Ayun berdiri di atas lahan seluas 4 hektar dan dikelilingi oleh kolam atau parit. Dari kejauhan parit tersebut tampak seperti gelang air, dan memberi kesan bahwa pura berada di atas permukaan air. Komplek Pura Taman Ayun terdiri dari tiga bagian. Ruang pertama adalah ruang terbuka yang digunakan untuk berbagai kegiatan religius dan panggung kesenian. Pada bagian pertama ini pengunjung dapat menikmati keindahan meru, yaitu pagoda dengan atap bertingkat-tingkat khas bangunan pura di Bali. Bagian kedua merupakan bagian utama yang disebut Bale Pelik. Bangunan Bale Pelik ini dihiasi seni ukir, relief, serta patung-patung Dewata Nawa Sanga. Sedangkan Bagian lainnya merupakan bangunan yang disakralkan.
Pengunjung juga dapat melihat-lihat peninggalan Kerajaan Mengwi yang berada sekitar 300 meter dari pura ini. Di seberang Pura Taman Ayun juga terdapat Museum Manusa Yadnya yang memamerkan upacara-upacara yang berkaitan dengan siklus kehidupan manusia mulai dari ketika berada di dalam kandungan sampai meninggalJumat, 09 Oktober 2009
Pura Taman Ayun
Pura Taman Ayun terletak di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Propinsi Bali. Taman Ayun dalam Bahasa Bali berarti “Taman yang cantik”. Pura ini didirikan pada 1634 M atas perintah raja pertama Kerajaan Mengwi, I Gusti Agung Ngurah Made Agung yang bergelar Ida Cokorda Sakti Belambangan.
Pura Taman Ayun telah diusulkan pemerintah Indonesia sebagai salah satu situs warisan budaya dunia (world heritage). Pada tanggal 12 Maret 2008, dirjen UNESCO Kokhiro Matsuura berkunjung ke Pura Taman Ayun untuk menguji kelayakanya. Hasilnya, Pura ini dianilai mempunyai nilai sejarah, budaya, religi, dan memiliki cita rasa seni yang tinggi. Walapun telah menjadi bagian dari warisan budaya dunia, namun Pura ini masih tetap digunakan untuk kegiatan persembahyangan hingga kini
Pura Taman Ayun berdiri di atas lahan seluas 4 hektar dan dikelilingi oleh kolam atau parit. Dari kejauhan parit tersebut tampak seperti gelang air, dan memberi kesan bahwa pura berada di atas permukaan air. Komplek Pura Taman Ayun terdiri dari tiga bagian. Ruang pertama adalah ruang terbuka yang digunakan untuk berbagai kegiatan religius dan panggung kesenian. Pada bagian pertama ini pengunjung dapat menikmati keindahan meru, yaitu pagoda dengan atap bertingkat-tingkat khas bangunan pura di Bali. Bagian kedua merupakan bagian utama yang disebut Bale Pelik. Bangunan Bale Pelik ini dihiasi seni ukir, relief, serta patung-patung Dewata Nawa Sanga. Sedangkan Bagian lainnya merupakan bangunan yang disakralkan.
Pengunjung juga dapat melihat-lihat peninggalan Kerajaan Mengwi yang berada sekitar 300 meter dari pura ini. Di seberang Pura Taman Ayun juga terdapat Museum Manusa Yadnya yang memamerkan upacara-upacara yang berkaitan dengan siklus kehidupan manusia mulai dari ketika berada di dalam kandungan sampai meninggalBatoer
Obyek Wisata Kawasan Batur terletak di Desa Batur, Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli. Obyek Wisata Kawasan Batur berada pada ketinggian 900 m di atas permukaan laut dengan suhu udaranya berhawa sejuk pada siang ahri dan dingin pada malam hari. Untuk mencapai lokasi ini dari Ibu Kota Bangli jaraknya 23 km. Obyek wisata ini dapat dilalui dengan kendaraan bermotor, karena lokasi ini menghubungkan kota Bangli dan kota Singaraja. Sedangkan rute obyek, menghubungkan Obyek Wisata Kawasan Batur dengan Obyek Wisata Tampaksiring dan Besakih.
Nama obyek wisata kawasan Batur disesuaikan dengan potensi yang ada yaitu Gunung Batur dan Danau Batur. Nama Pura Batur berasal dari nama Gunung Batur yang merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan di emong oleh Warga Desa Batur. Sebelum meletusnya Gunung Batur pada tahun1917, Pura Batur berada di kaki sebelah Barat Daya Gunung Batur.
Akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh letusan Gunung Batur ini, maka Pura bersama warga desa Batur dipindahkan di tempat sekarang. Sisa-sisa lahar yang membeku berwarna hitam, Gunung Batur tegak menjulang, Danau Batur teduh membiru, merupakan suatu daya tarik bagi setiap pengunjung. Dari Penelokan dapat memandang birunya Danau Batur dan buih-buih ombak yang menepi menemani sopir boat saat melayani wisatawan dan penumpang umum dalam setiap penyeberangan dari Desa Kedisan ke Desa Trunyan. Para nelayan juga mewarnai kesibukan di Danau Batur mengail ikan mujair yang hasil tangkapannya di jual di pasar Kota Bangli, sehingga di Bangli dikenal dengan sate mujairnya yang merupakan makanan ciri khas Kabupaten Bangli.Bedugul
Bedugul adalah sebuah kompleks. Dalam sebuah area yang kurang lebih berdiameter 5 km, ada beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi. Dimulai dari Desa Bedugul sendiri, Kebun Raya, lalu Danau Beratan (danau terbesar kedua di bali), Pura Ulun Danu, sampe Pasar Tradisional Candi Kuning.Kebun Raya yang ada disini lumayan luas. Dibutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk berjalan dari ujung ke ujung. Di sini terdapat beratus-ratus spesies tumbuhan, mulai dari yang indah-indah kaya bunga rose smpe yang’horor’ and berduri-duri juga ada.
Danau juga menarik. Selain airnya segar, kita bisa sewa kendaraan air yang bisa dibawa sendiri ato sekalian dibooking sama sopirnya. Kendaraan airnya sendiri beragam. Ada perahu dayung, perahu mesin sampe motor boat.
Pasar Candikuning adalah tempat yang cocok untuk belanja oleh-oleh terutama buah. Bedugul yang dikenal maniak soal produksi buah. Ada strawberry, jagung, markisa, bla..bla..bla. Semua ada deh.
Sebenernya, hal yang paling asik di Bedugul itu udaranya yang cool banget. Trus pemandangannya yang bisa ngeliat hampir seantero Bali. Kalo di jawa, Bedugul ini mungkin mirip-mirip Puncak.
Langganan:
Postingan (Atom)